Minggu, 20 November 2011

Sistem Informasi Berbasis Komputer

Sistem Informasi berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis padakomputer.
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi sub unit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapaitujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan mengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah : penghematan waktu (time saving), biaya (cost saving), peningkatan efektivitas (effectiveness), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan personel (staff development).
Dapat di ambil kesimpulan bahwa informasi adalah:
  1. Data yang diolah
  2. Menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya
  3. Menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dan kesatuan nyata (fact dan entity)
  4. Digunakan untuk pengambilan keputusan Kualitas informasi dapat berpengaruh terhadap kemampuan pengambilan keputusan untuk menggunakan substansi informasi dalam pembuatan keputusan yang tepat. Kualitas informasi meliputi unsur:
    1. Relevan: informasi yang relevan berkaitan dengan sejauh mana informasi dapat membuat perbedaan untuk alternatif pengambilan keputusan.
    2. Akurat: keakuratan informasi berkaitan dengan ketepatan dan keandalan informasi tersebut, sehingga informasi yang akurat berarti bebas dari kesalahan dan tidak menyesatkan pemakai informasi.
    3. Tepat waktu: ketepatan waktu sebuah informasi berhubungan dengan kapan informasi tersebut tersedia.
    4. Ringkas: keringkasan sebuah informasi berarti informasi tersebut sudah digolongkan dan disajikan dalam format yang tidak terlalu detail.
    5. Kejelasan: informasi yang jelas menunjukkan tingkat kemampuan informasi untuk dapat dimengerti oleh pemakainya.
    6. Dapat diukur (quantify ability): berhubungan dengan konsep pengukuran informasi–informasi yang dapat diukur akan menambah nilai informasi tersebut.
    7. Konsisten: konsistensi sebuah informasi berhubungan dengan kemampuan informasi untuk dibandingkan dengan informasi sejenis dengan waktu yang berbeda.


Faktor Personality
Faktor personality meliputi computer anxiety, computer attitudes, dan math anxiety. Personality disini merefleksikan perasaan individu mengenai komputer dan
penggunaannya (Igbaria dan Pasuraman, 1989). Horrison dan Rainer (1992) membaginya menjadi beberapa tipe keinginan dan sikap yang meliputi:
1. Computer Anxiety
Computer anxiety menunjukkan kecederungan seseorang untuk menjadi susah, khawatir atau ketakutan mengenai penggunaan komputer dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang (Igbaria, 1998). Horrison dan Rainer (1992) mengatakan terdapat dua sikap yang berhubungan dengan computer anxiety yaitu fear dan anticipation. Sebenarnya computer anxiety menunjukkan suatu tipe stress tertentu, karena computer anxiety itu berasosiasi dalam menggunakan komputer dan penolakan terhadap mesin.
2. Computer Attitudes
Pendapat Fishbeir (1967) dalam Roseno (2002) mendefinisikan “attitudes is a mental and state of readiness, organized trough experience exerting a directive or dynamic influence upon the individual’s respones to all objects and situation which related”.
artinya bahwa sikap merupakan suatu mental dan pengetahuan perasaan yang diperoleh melalui pengalaman yang kadang mendorong adanya respon individual terhadap suatu obyek atau situasi yang berkaitan. Computer attitudes menunjukkan reaksi atau penilaian seseorang terhadap komputer berdasarkan kesenangan atau ketidaksenangannya terhadap komputer. Dengan kata lain secara umum computer attitudes menunjukkan perasaan kesenangan atau ketidaksenangan seseorang terhadap beberapa obyek stimulus (Horrison dan Rainer, 1992), menunjukkan bahwa ada tiga hal atau sikap yang terkait dengan computer attitudes yaitu pessimism, optimism, dan intimidation.
3. Math Anxiety
Math anxiety merupakan ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran yang berhubungan secara khusus dengan matematika (Trisnawati dan Permatasari, 2000). Howard (1986) menemukan suatu hubungan positif antara math performance dengan sikap terhadap komputer. Penelitian lain mengemukakan bahwa math anxiety mempunyai pengaruh langsung dengan computer anxiety dan pengaruh tidak langsung dengan computer attitudes (Igbaria, 1992)



DAFTAR PUSTAKA
asep-saepudin.blogspot.com
www.smecda.com


Manajemen Sumber Informasi

Peningkatan pemahaman komputer oleh pemakai mudahnya pemakai memperoleh hardware dan software memberikan kesadaran terhadap perusahaan bahwa memang dibutuhkan sistem komputerisasi. Sebagai contoh dua pemakai dalam area yang berbeda ingin mengembangkan sistem secara serentak untuk menyiapkan laporan yang sama, atau mereka masing-masing membeli paket software yang sama. Maka, sebaiknya manajemen puncak dari perusahaan tersebut menetapkan penggunaan komputerisasi dalam organisasinya, yang akan berguna untuk mengetahui pencitptaan sumber informasi dan pengelolaanya. Perencanaan formal untuk manajemen informasi ini disebut Information Reseurces management (IRM) atau manajemen sumber informasi.
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
Tipe-tipe dari sumber informasi :
                 Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas, database, software, hardware.
Perencanaan Strategis Untuk Sumber-Sumber Informasi
           
 Jika informasi akan digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan keuntungan kompetitif maka penggunaannya harus direncanakan. Lebih dari itu perencanaan tersebut harus dilakukan oleh eksekutif perusahaan dan harus bersifat jangka panjang. Aktifitas perencanaan yang menidentifikasikan sumner-sumber informasi yang akan yang akan diperlukan pada masa yang akan dating dan cara penggunaannya dinamakan SPIR (Strategic Planning for Information Resources). Gagasan utama yang mendasari SPIR ini adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan rencananya untuk sumber-sumber informasinya. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan.  Berdasarkan survey selama tahun delapan puluhan mengungkapkan bahwa SPIR adalah hal yang paling penting kaitannya dengan penggunaan computer dalam bisnis. Namun demikian manajemen belum menyadari akan pentingnya SPIR ini. Kesadaran tersebut berkembang secaara bertahap. William R.King professor pada University of Pittsburgh menetapkan tiga tahapan ini yaitu pra- perencanaan IS strategis, era SPIR awal dan era SPIR modern

Manajemen dan Strategi End User Computing

            Tugas perusahan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan End User Computing yang memberikan fleksibitas kepada pemakai untuk melakukan inovasi dalam pengunaan computer.namun juga harus menentapkan kotrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan.
Jenis end user:
·         End user non programan
·         User tingkat perintah
·         Programmer end user
·         Personel pendukung fungsional
·         Personel pendukung komputerisasi end user
·         Programmer DP
Suatu strategi yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat informasi. Ini merupakan pemecahan yang dapat diimplementasikan dengan cepat,namun hal ini harus diikuti oleh perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah permanen. Suatu contoh perubahan yang mendasar ini adalah bahwa pelayanan informasi melepaskan tugas sebagai sumber pemrosesan dan ia diberi tugas khusus untuk mengontrol jaringan.



Sumber :
elearning.gunadarma.ac.id
viyan.staff.gunadarma.ac.id
dianraditya.wordpress.com


Senin, 31 Oktober 2011

MANFAAT & ETIKA DARI SISTEM INFORMASI


            Di era yang sudah komputerisasi kita perlu tahu apa manfaat dan etika dari Sistem informasi. Sebelum saya membahas manfaat dan etika dari system informasi, saya ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan system informasi.
            Sistem informasi adalah satu system yang berbasis computer yang menyediakan informasi bagi pemakainya termasuk dalam suatu organisasi. Sedangkan system informasi manajemen adalah system yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainnya seperti “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambil Keputusan”.
            yang banyak berhubungan dengan komputerisasi kita harus tahu apa saja manfaat dan etika sistem informasi pada saat ini. Sebelum kita membahas tentang manfaat dan etika sistem informasi, kita harus tahu apa itu sistem informasi itu. Melihat meningkatnya penggunaan komputer menjadi perhatian yang semakin besar, terutama pengaruhnya terhadap etika dan sosial di masyarakat pengguna.
            Sistem Informasi adalah suatu sistem yang berbasis komputer dan menyediakan beberapa data informasi bagi para pemakai termasuk dalam suatu organisasi atau individu. Sedangkan sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung suatu operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan suatu organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lainya seperti ”sistem informasi”, ”sistem pemrosesan informasi”, ”sistem informasi”, dan ” pengambil keputusan”.
            Namun disisi lain perkembangan teknologi informasi khususnya computer menimbulkan maslah baru, secara umum perkembangan teknologi informasi ini menggaggu hak privasi individu. Bahwa banyak sekarang penggunaan computer sudah diluar etika penggunaanya, misalnya : dengan pemanfaatan teknologi computer, dengan mudah seseorang dapat mengakses data dan informasi dengan cara yang tidak sah. Belum lagi ada sebagian orang yang memanfaatkan computer dan internet untuk mengganggu orang lain dengan tujuan sekedar untuk kesenangan atau hobinya.
            Adapun fakta – fakta yang mengindikasikan bahwa mayoritas penjahat komputer adalah mereka yang masih muda, cerdas dan kebanyakan laki – laki. Kemampuan mereka dalam menerobos bahkan merusak sistem semakin maju, dengan perkembangan proteksi yang dibuat untuk melindungi sistem tersebut. Berbagi macam bentuk fraud mengiringi pemakaian sistem informasi semisal pembelian barang melalui internet dengan menggunakan kartu kredit bajakan. Manusia sebagai pembuat dan sekaligus pengguna sistem tersebut yang akhirnya menjadi factor yang sangat menentukan kelancaran dan keamanan sistem. Maka hal ini pula yang memunculkan unsur etika sebagai faktor yang sangat penting kaitanya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer.

MANFAAT SISTEM INFORMASI
1. Memberikan informasi yang sudah terjamin kebenarannya
2. Lebih Efisien
3. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan
4. Meningkatkan kualitas informasi
5. Lebih terjamin ke amanannya

.ETIKA SISTEM INFORMASI
Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang tidak diberi izin untuk melakukannya.
Privasi dibedakan menjadi privasi fisik dan privasi informasi Privasi fisik ialah hak seseorang untk mencegah sseseorang yang tidak dikehendaki terhadap waktu, ruang, dan properti (hak milik), sedangkan privasi informasi adalah hak individu untuk menentukan kapan, bagaimana, dan apa saja informasi yang ingin dikomunikasikan dengan pihak lain.
Penggunaan teknologi informasi berkecenderungan membuat pelanggaran terhadap privasi jauh lebih mudah terjadi. Sebagai contoh, para pemakai e-mail sering kali jengkel dengan kiriman-kiriman e-mail yang tak dikehendaki dan berisi informasi yang tidak berguna (junk e-mail).
Di America Serikat, masalah privasi diatur oleh undang-undang privasi. Berkaitan dengan hal ini, maka:
·         Rekaman-rekaman data tdak boleh digunakan untuk keperluan lain yang bukan merupakan tujuan aslinya tanpa sepengetauhna individu bersangkutan.
·         Setiap individu memiliki hak untuk melihat datanya sendiri dan membetulkan rekaman-rekaman yang menyangkut dirinya.

Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan faktor yang harus dpenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidak akurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dan bahkan membahayakan.


Properti
Perlindungan terhadap hak properti yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenaldengan sebutan HAKI(hak atas kekayaan intelektual). Di Amerika Serikat, kekayaan intelektual diatur melalui tiga mekanisme, yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
Masalah kekayaan intelektual merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam sistem informasi untuk menghindari tuntutan dari pihak lain di kemudian hari

PERLUNYA BUDAYA ETIKA
Pendapat yang luas terdapat dalam organisasi sektor publik adalah bahwa,suatu instansi mencerminkan kepribadian pemimpinnya. Misalnya, pengaruh pimpinan instansi pada tindakan atau perbuatan korupsi selama masa berkuasanya pemerintahan orde baru telah membentuk kepribadian pejabat-pejabat publik perpengaruh sedemikian rupa pada organisasi mereka sehingga masyarakat cenderung memandang institusi pemerintah tersebut sebagai organisasi yang korup.
Hubungan antara pimpinan dengan instansi merupakan dasar budaya etika. Jika instansi harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan meberi contoh Perilaku budaya etika

DAN BAGAIMANA BUDAYA ETIKA DI TERAPKAN ?
Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar diseluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para eksekutif mencapai penerapan ini melalui suatu metode tiga lapis, yaitu dalam bentuk pernyataan tekad (komitmen), program – program etika, dan kode etik khusus pada setiap instansi.
Komitmen adalah pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakan oleh pimpinan instansi. Tujuan komitmen ini adalah menginformasikan orang – orang dan organisasi-organisasi baik di dalam maupun di luar instansi mengenai nilai-nilai etika yang diberlakukan.
Program etika adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan pernyataan komitmen. Suatu aktivitas yang umum adalah pertemuan orientasi yang dilaksanakan bagi pegawai baru. Selama pertemuan ini, subyek etika mendapat cukup perhatian.
Contoh lain dari program etika adalah audit etika. Dalam audit etika, seseorang auditor internal mengadakan pertemuan dengan seorang manajer selama beberapa jam untuk mempelajari bagaimana unit manajer tersebut melaksanakan pernyataan komitmen. Kode etik khusus instansi, Banyak instansi telah merancang kode etika mereka sendiri. Kadang-kadang kode ini diadaptasi dari kode etik dari organisasi sejenis.

SUMBER
aqinginbahagia.blogspot.com/
frenkymay.blogspot.com/



Senin, 10 Oktober 2011

TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF

BAB 2 SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN
KOMPETITIF

Dalam suatu perusahaan memahami sebuah sistem informasi yang mana dengan informasi
tersebut dapat menjadikan perusahaan mampu membawa diri menjadi perusahaan yang unggul/
kompetitif. Dengan mencapai keunggulan yang kompetitif pengelolaan sumber daya fisik dan
sumber daya konseptual harus di capai se optimal mungkin. Sehingga dengan pendayagunaan
suatu informasi pihak internal perusahaan dapat menggunakannya untuk mendapatkan
keunggulan perencanaan strategis, teknis, serta operasional.

Adapun beberapa sumberdaya informasi perusahaan meliputi perangkat keras, perangkat lunak,
ahli informasi, pengguna fasilitas, data base dan informasi. Tak hanya itu suatu informasi harus
memenuhi empat dimensi yaitu relevansi, akurasi , ketepatan waktu, dan kelengkapan.

Mengenai pemahaman yang paling penting dalam suatu pencapaian penggunaan informasi
yang baik adalah dengan mengetahui dimensi-dimensi dari keunggulan kompetitif, memahami
dimensi informasi yang dihasilkan, mengetahui jenis-jenis sumber daya informasi dasar yang
dapat digunkan untuk perusahaan, memahami bagaimana mengelola sistem informasi dalam
bentuk sistem lama (legacy system), gambar dan pengetahuan, memahami bagaimana suatu
perusahaan melakukan perencanaan strategis untuk perusahaan, berbagai area bisnisnya, dan
sumberdaya informasinya. Perencanaan strategis untuk sumberdaya informasi mengidentifikasi
tujuan yang harus dicapai oleh sistem informasi perusahaan untuk tahun yang akan datang

Perusahaan multi nasional dengan orientasi pasar dunia menghadapi tantangan dalam
mengorganisasikan operasional perusahaannya, adapun empat strategi yang dapat digunakan
untuk mengatasi hal ini, yaitu pengontrolan desentralisasi (decentralized control), pengontrolan
terpusat (centralized control), keahlian terpusat (centralized expertice), dan keahlian menyebar
(distribused expertise). Masing-masing strategi memerlukan ketentuan yang berbeda dari system
informasi perusahaan

B. PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA

Perusahaan adalah sistem fisik yang dikelola menggunakan sistem konseptual. Sistem fisik
perusahaan merupakan sistem terbuka, dimana prusahaan berinteraksi dengan lingkungannya.
Perusahaan mengambil sumberdaya dari lingkungannya mengubah sumberdaya tersebut menjadi
produk atau jasa, dan mengembalikan produk hasil olahan ke lingkunganya.

Model System Umum Perusahaan
Dalam model sistem umum perusahaan terdapat komponen-komponen yang saling berhubungan
satu sama lain, yaitu diantaranya :

1) Aliran sumberdaya fisik

2) Aliran sumberdaya konseptual

3) Mekanisme pengontrolan perusahaan

4) Lingkaran umpan balik

Penggunaan model sistem umum perusahaan sangat berguna bagi para manajer dan pengembang
sistem karena model tersebut menunjukkan elemen-elemen dan alirannya yang harus dikelola
oleh perusahaan agar perusahaan dapat berfungsi sebagai sistem yang efektif dan efisien.
Selain itu sistem umum persahaan membantu kita dalam memahami pentingnya lingkungan
diluar perusahaan. Keberadaan perusahaan berfungsi sebagai penyedia produk atau jasa yang
dibutuhkan oleh lingkungannya. Sebaliknya, perusahaan juga tidak dapat berfungsi tanpa sumber
daya yang diberikan oleh lingkungan.

Aliran sumber Daya Lingkungan
Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen lingkungannya melalui aliran sumber daya.
Beberapa jenis sumber daya bergerak lebih sering daripada sumber daya lainnya. Umumnya
aliran yang sering terjadi adalah aliran informasi dari pelanggan, aliran material ke pelanggan,
aliran uang ke pemegang saham, aliran mesin dari pemasok, dan aliran pegawai (lembaga
pendidikan, agen tenaga kerja) dan juga komunitas global serta organisasi-organisasi buruh.
Aliran yang jarang terjadi diantaranya, aliran uang dari pemerintah (seperti dana penelitian),
aliran material kepemasok (pengembalian pembelian), dan aliran pegawai ke pesaing
(pembajakan pegawai oleh perusahaan lain).

Keunggulan Kompetitif
Perusahaan berusaha menghasilkan produk barang atau jasa sesuai dengan yang dibutuhkan
oleh pelanggannya dan mendapatkan keuntungan lebih banyak dibanding dengan pesaingnya.
Perusahaan bisa menghasilkan keuntungan ini dengan menggunakan berbagai strategi . Dalam
bidang sistem informasi keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk
meningkatkan pangsa pasar. Satu hal penting harus disadari, perusahaan menggunakan sumber
daya fisik dan konseptual untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.

Rantai Nilai
Alat pokok untuk memahami peran teknologi dalam keunggulan bersaing adalah Rantai Nilai.
Perusahaan sebagai sekumpulan aktivitas, juga merupakan sekumpulan teknologi. Setiap
aktivitas nilai yang dilakukan perusahaan merupakan suatu perwujudan teknologi, dan perubahan
teknologi dapat mempengaruhi persaingan lewat dampaknya terhadap hampir setiap aktivitas.
Setiap aktivitas nilai memakai teknologi jenis tertentu untuk mengkombinasikan masukan yang
telah dibeli dan sumber daya manusia guna memproduksi keluaran tertentu. Teknologi yang
dipakai bisa saja teknologi yang sangat biasa seperti seperangkat prosedur kepegawaian, dan
umumnya melibatkan sejumlah displin ilmu atau subteknologi.

C. DIMENSI KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan kompetitif dapat diwujudkan dalam bentuk keunggulan-keunggulan di bidang
strategis taktikal dan operasional
 Keunggulan strategis. Sistem informasi untuk keunggulan strategis mempunyai pengaruh yang
mendasar terhadap bentuk operasional perusahaan.
 Keunggulan taktikal, didefinisikan sebagai metode membuat dan menyempurnakan strategi
menggunakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang digunakan para pesaing.
Keunggulan operasional, adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses
sehari-hari. Dalam hal ini sistem informasi berhubungan langsung dengan proses-proses tersebut

D. PERENCANAAN STRATEGIS SUMBERDAYA INFORMASI
Perencanaan strategis perusahaan
Ketika perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya menjadi komite eskutif (eksekutif
comitte), seluruh anggota kelompok inilah yang bertanggung jawab terhadap perencanaan
strategis perusahaan. Kelompok ini minimal terdiri dari direktur dan wakil direktur dari setiap
area bisnis

Perencanaan strategis area bisnis
Ketika para eksekutif menjalankan perencanaan strategis secara utuh, mereka melihat bahwa
setiap area bisnis perlu mengembangkan perencanaan strategisnya. Perencanaan area bisnis
menyediakan rincian bagaimana area-area bisnis tersebut akan menunjang keberhasilan
perusahaan apabila dilaksanakan sejalan dengan tujuan strategis perusahaan.

E. STRATEGIS BISNIS GLOBAL
Strategi pengendalian Desentralisasi
Merupakan strategi tertua, dipelopori oleh perusahaan-perusahaan eropa yang memberikan
kebebasan sebesar mungkin kepada anak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
diwilayahnya masing-masing, strategi ini dinamakan strategi lepas tangan (hands off) dimana
induk mengizinkan anak perusahaan untuk mengembangkan produk dan cara mereka sendiri.



Strategi pengendalian perusahaan
Strategi dimana memusatkan sistem controlnya di induk perusahaan. Perusahaan berusaha
memenuhi kebutuhan pelanggan diseluruh dunia dengan produk-produk standar produk untuk
seluruh pasar dunia diproduksi secara sentral dan dikirim ke anak perusahaan.

Strategi keahlian terpusat
Merupakan campuran strategi pengendalian terpusat dan strategi pengendalian desentralisasi.
Strategi pengendalian terpusat mendatangkan tim manajemen yang berlokasi di perusahaan
induk yang mempunyai keterampilan dalam penetrasi pasar global. Tim tersebut selalu tersedia

bagi anak perusahaan dan menggunakan keahlian tersebut untuk mengadaptasikan produk,
proses, dan strategi perusahaan dengan pasar mereka masing-masing.



www.slideshare.net/.../teknologi-informasi-untuk-ke

Sabtu, 21 Mei 2011

Selasa, 08 Maret 2011

narasi

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma, sekilas tentang Universitas Gunadarma. Pada 7 Agustus 1981 berdiri Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) di Jakarta yang tiga tahun kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 13 Januari 1990, berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma (STIE Gunadarma). Pada tahun 1993, STMIK dan STIE membuka Program Magister dengan konsentrasi Manajemen Sistem Informasi untuk STMIK serta Magister Manajemen untuk STIE. Selanjutnya, melalui S.K. Dirjen DIKTI No.92/Kep/Dikti/1996 tertanggal 3 April 1996, STMIK dan STIE Gunadarma melebur menjadi UNIVERSITAS GUNADARMA bersama dengan empat fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra. Membuka milenium baru, Universitas Gunadarma membuka Program Doktor Ilmu Ekonomi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 55/DIKTI/2000 yang diikuti dengan pembukaan Program Doktor Teknologi Informasi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 3716/P/T/2002. Setelah melalui perjuangan panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, Universitas Gunadama telah menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia. Pengalaman selama 25 tahun yang diiringi pengabdian dan dedikasi tenaga pengajar; komitmen yayasan dan pimpinan; pengadaan fasilitas pembelajaran serta kepercayaan masyarakat, Universitas Gunadarma terus berupaya menghasilkan lulusan yang berguna dan bisa mendarmabaktikan kompetensinya demi membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Keberadaan dan perkembangan Universitas Gunadarma sampai saat ini merupakan keberhasilan penerapan prinsip otonomi perguruan tinggi di tingkat institusi. Prinsip otonomi ini menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Universitas Gunadarma dengan tetap mengikuti perkembangan eksternal, khususnya kebijakan, peraturan dan perundangan yang berlaku. Selain itu, perjalanan yang relatif panjang tersebut juga menunjukkan kepemimpinan yang teruji dan luwes dalam menghadapi berbagai perubahan dan kebijakan yang terkait dalam pengelolaan perguruan tinggi. Kepemimpinan dan sistem pengelolaannya mengacu kepada tata kelola universitas yang baik (good university governance) yang telah ditetapkan. Visi Pada tahun 2012 Universitas Gunadarma menjadi Universitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia yang kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diakui (recognized), baik di tingkat regional maupun internasional Misi 1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. 2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bertaraf internasional dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. 3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai ujud pengejawantahan tanggung jawab sosial institusi (university social responsibility). 4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pelbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri. 5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon pelbagai perubahan yang terjadi.